EDUCATION
Article
September 20, 2025
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah menggunakan sabun pembersih wajah dengan kandungan deterjen keras seperti SLS atau alkohol tinggi. Kandungan ini dapat mengikis minyak alami kulit yang berfungsi melindungi skin barrier. Jika skin barrier rusak, kulit akan mudah kering, iritasi, dan rentan muncul masalah seperti jerawat atau kemerahan. Pilih cleanser berformula lembut, pH seimbang, serta mengandung bahan pelembap seperti glycerin atau hyaluronic acid.
Pelembap dibutuhkan semua jenis kulit, termasuk berminyak. Skin barrier yang sehat memerlukan hidrasi cukup agar proses perbaikan alami berjalan optimal. Cari pelembap dengan ceramide untuk memperkuat pertahanan kulit, hyaluronic acid untuk mengikat air, dan panthenol untuk menenangkan. Pemakaian rutin membantu mengurangi tanda barrier rusak seperti kulit kasar, perih, atau bersisik.
Sinar UVA/UVB dapat merusak struktur sel kulit, memicu inflamasi dan penuaan dini. Gunakan sunscreen minimal SPF 30 dengan perlindungan broad spectrum setiap hari—termasuk saat mendung atau di dalam ruangan karena UV dapat menembus kaca dan memantul dari permukaan. Konsistensi adalah kunci untuk menjaga skin barrier tetap kuat.
Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati, tapi terlalu sering justru merusak barrier. Tanda over-exfoliasi: perih, kemerahan, bruntusan, dan makin sensitif. Batasi 1–2 kali/minggu dengan AHA/BHA/PHA berkonsentrasi rendah, dan selalu lanjutkan dengan pelembap untuk memulihkan kelembapan.
Saat barrier terganggu, prioritaskan bahan yang lembut: centella asiatica untuk meredakan kemerahan, panthenol untuk memperkuat kelembapan, serta niacinamide untuk mendukung perbaikan barrier dan meratakan warna kulit. Penggunaan teratur mempercepat pemulihan dan menjaga kulit lebih resilien ke depannya.